Dokumen yang Perlu Ada Saat Melamar Kerja

Auto Draft

Melamar kerja merupakan salah satu kegiatan resmi yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang sudah selesai menempuh pendidikan. Namun, terkadang ada beberapa orang yang melamar kerja untuk pindah ke perusahaan lain. Apapun yang melatarbelakangi untuk melamar kerja yang penting posisi yang dilamar sesuai dengan keahlian yang kamu miliki. 

Setiap lowongan kerja yang ada, baik itu berasal dari media cetak, media online, media sosial, aplikasi pencari kerja, dan sebagainya pastinya ada syarat-syaratnya. Setiap syarat tersebut harus dipenuhi agar peluang untuk diterima kerja semakin besar. 

Persyaratan yang harus dipenuhi bukan hanya keahlian saja, tetapi juga harus dengan syarat-syarat administrasi, seperti beberapa dokumen saat melamar kerja. Lalu, dokumen-dokumen apa saja sih yang dibutuhkan saat melamar kerja?

 

7 Dokumen Saat Melamar Kerja

Auto Draft

Supaya kamu memiliki nilai lebih dan dianggap serius ketika melamar kerja, maka perlu mempersiapkan beberapa dokumen, di antaranya:

1. Surat Lamaran Kerja

Tidak lain dan tidak bukan ketika melamar kerja pastinya harus ada surat lamaran kerja. Surat lamaran kerja merupakan dokumen pertama yang harus ada karena tanpa adanya surat lamaran kerja, kamu bisa saja dianggap tidak serius untuk menjadi perusahaan tersebut. Sudah banyak contoh surat lamaran kerja yang bisa kamu temukan di internet, sehingga kamu bisa mempelajarinya dengan mudah dan cepat. 

2. CV

Pihak pemberi kerja atau HRD pastinya ingin mendapatkan gambaran kepribadian dan keahlian yang kamu miliki. Salah satu dokumen yang dapat menggambarkan hal-hal seperti itu adalah dokumen CV. Benar sekali, CV atau singkatan dari Curriculum Vitae bisa diartikan sebagai daftar riwayat hidup. Ketika membuat CV, sebaiknya dibuat semenarik mungkin dengan informasi yang efektif. 

3. Sertifikat

Untuk dokumen sertifikat ini memang lebih baik kamu miliki karena bisa mendukung kamu agar bisa mendapatkan posisi yang kamu lamar. Sertifikat bisa didapatkan saat menempuh pendidikan formal, tetapi bisa juga diperoleh melalui pendidikan non formal, seperti les bahasa asing, mengikuti pelatihan, dan sebagainya. 

Semakin banyak sertifikat yang kamu miliki menggambarkan kalau diri kamu adalah orang yang kompeten. Sertifikat ini harus diperoleh dengan jujur, bukan hasil “editan”. Jika kamu mengirim dokumen lamaran kerja secara online, maka sertifikat harus di-scan. Sedangkan ketika mengirim dokumen lamaran kerja secara offline, maka sertifikat perlu di fotocopy terlebih dahulu. 

4. Fotocopy Ijazah

Fotocopy ijazah atau scan ijazah ini merupakan suatu hal yang wajib untuk membuktikkan pendidikan terakhir yang ditempuh. Dalam mengirim dokumen ijazah, caranya sama seperti mengirim dokumen sertifikat, mau online atau offline. Jika kamu fotocopy ijazah, sebaiknya tulisannya kelihatan agar bisa dibaca oleh HRD. 

5. Foto

Ketika kamu ingin mengirim foto dengan cara online, sebaiknya foto diedit terlebih dahulu terutama latar belakangnya. Apabila kamu mengirim foto secara offline, sebaiknya dicetak terlebih dahulu, biasanya dengan ukuran 4×3 atau 4×6. Ketika mengambil foto, kamu harus pastikan sudah menggunakan baju yang rapi dan mendekati formal, seperti baju kemeja lengan panjang. 

6. SKCK

Beberapa perusahaan ketika membuka lowongan memberikan syarat berupa harus mengirim SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Hal ini bertujuan sebagai bukti bahwa kamu tidak pernah melakukan tindak kejahatan, sehingga bisa menjadi nilai lebih dalam melamar kerja. 

7. Portofolio

Beberapa posisi yang akan dilamar memberikan syarat untuk melampirkan portofolio terutama pada pekerjaan desain grafis dan menulis. Portofolio bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa kamu adalah seorang yang kompeten di bidang yang sedang dilamar. Oleh sebab itu, portofolio akan dibuat berdasarkan karakter dari pelamar kerja. 

 

Jadi, ketika kamu ingin melamar kerja, sebaiknya bukan hanya surat lamaran kerja saja yang harus dikirimkan, tetapi beberapa dokumen pelengkap juga harus dikirimkan. Namun, beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan biasanya hanya memberi syarat beberapa dokumen saja. Oleh sebab itu, kamu harus melihat kembali dengan teliti tentang persyaratan yang diperlukan ketika melamar kerja di suatu perusahaan. 

Sumber: bintangtrainer.com