Pengertian, Cara Kerja, Fungsi UPS dan Stabilizer

Perkembangan teknologi memberikan pengaruh besar dalam pemakaian sejumlah alat atau komponen elektronik dirumah. Dari tersedianya sejumlah alat elektronik tersebut, untuk menjamin aman dan tidak beresiko tinggi karena tersambung listrik dibutuhkan alat lain. Nah, kali ini akan dibahas mengenai pengertian, cara kerja, fungsi ups dan stabilizer yang nantinya pasti kamu gunakan.

UPS dan Stabilizer menjadi sebuah alat yang biasanya digunakan untuk perangkat komputer. Kedua alat ini sangat memiliki peranan yang penting sebagai pengatur daya listrik pada komputer. Untuk lebih memahaminya, berikut ini pengertian kedua alat ini.

Pengertian UPS dan Stabilizer

Meski fungsi ups dan stabilizer berbeda, tetapi kedua alat ini memang sangat dibutuhkan untuk sistem kelistrikan di rumahmu. Untuk mengetahui apa kegunaan dari dua alat ini, inilah perbedaan yang bisa dijadikan penjelasan lengkap jika ingin memakai alat tambahan ini dirumah.

  • Uninterruptible Power Supply atau lebih dikenal dengan sebutan UPS, menjadi salah satu perangkat elektronik yang bekerja sebagai penyimpan daya listrik sementara. Didalam UPS terdapat sistem penyimpanan baterai dengan kapasitas tertentu. Jika suatu saat listrik padam, perangkat yang tersambung tidak akan langsung mati karena memakai daya listrik cadangan dari UPS.
  • Sedangkan stabilizer digunakan sebagai salah satu komponen penahan tegangan listrik. Dengan pemasangan alat ini maka daya tegangan listrik yang masuk ke perangkat komputer akan selalu tetap sama. Baik dalam kondisi tegangan naik atau turun daya listrik yang tetap sama juga akan membuat beberapa peralatan elektronik tidak cepat rusak.

Perbedaan Fungsi UPS dan Stabilizer

Tidak hanya dari segi fungsi ups dan stabilizer saja yang bisa digunakan untuk membedakannya. Sebagai gambaran saja, stabilizer memang digunakan untuk menjaga tegangan listrik tetap sama supaya tidak mengakibatkan fluktuasi. Selama ini tegangan listrik dari PLN memang memiliki volt yang cukup tinggi.  Jika terus menerus tinggi maka perangkat elektronik akan terdampak.

Disamping itu, UPS memang tidak bisa digunakan untuk menstabilkan tegangan listrik. Namun peran dari UPS adalah untuk menjaga daya tetap bisa digunakan pada perangkat elektronik meski listrik dalam kondisi mati. UPS sangat dibutuhkan pada daerah yang sering kali mati lampu. Pemadaman secara tiba-tiba inilah yang mengakibatkan daya perangkat elektronik terpengaruh.

Saat ada pemadaman, alat elektronik yang tersambung UPS tidak akan langsung padam. Ada sistem penyimpan tenaga cadangan yang mampu bertahan sampai 10-30 menit. Ada sistem komponen penyearah arus pada UPS yang dinamakan rectifier. Sehingga arus AC yang masuk bisa dirubah menjadi arus DC ke perangkat elektronik. Komponen rectifier akan bekerja sebagai penyimpan dan pengisi baterai cadangan.

Manfaat Memakai UPS dan Stabilizer

Tidak hanya bagus namun fungsi ups dan stabilizer memang sangat memberikan efek ke depan untuk sejumlah alat elektronik di rumahmu. Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Dengan sambungan ke UPS ataupun stabilizer, semua perangkat listrik akan semakin aman jika memang sering terjadi putusnya aliran listrik.
  • Pemakaian UPS pada komputer juga akan memudahkan pemakai untuk lebih amannya tidak kehilangan data ketika listrik padam.
  • Stabilizer akan memberikan efek aman dari lonjakan tegangan yang sering kali berimbas ke rusaknya alat elektronik.

Nah itulah penjelasan lengkap mengenai fungsi ups dan stabilizer untuk kebutuhan sehari-hari aktifitasmu. Dengan memakai dua alat ini dijamin semua perangkat elektronik akan jauh lebih aman dan berusia panjang akibat pengaruh tegangan listrik yang tidak stabil.